Tuesday , November 21 2017

BMW 323 1997 E36 – Climbing To The Top

BMW AHT Garage Otoschnell

Gelaran ISSOM (Indonesia Sentul Series Of Motorsport) memang menyuguhkan persaingan sengit. Berbagai kelas dalam ajang balap tersebut diperlombakan dan performa masing-masing tim dari mekanik, mesin, maupun pembalapnya diharuskan maksimal saat berkompetisi.

BMW AHT Garage Otoschnell

Dari beberapa kategori balap, disini kita melihat sebuah mobil kelas ETCC (European Touring Car Championship) 2000 Master. Adalah AHT Garage, workshop yang sudah tak asing lagi menangani mobil balap ISSOM serta kejuaraan drifting di tanah air, membangun sebuah BMW berkode sasis E36.

BMW AHT Garage Otoschnell

Menurut Arkadia Prajatma selaku Operational Manager AHT Garage, mobil ini masih dalam tahap R&D, yang artinya masih butuh penyesuaian dari karakter mobil dan pembalap untuk trek yang digunakan. Meski demikian, Pria yang akrab dipanggil Arki ini bilang kalau mobil ini sudah sering melahap podium 2 & 3 di kelas bergengsi tersebut.

BMW AHT Garage Otoschnell

Karena balap ISSOM membutuhkan kekuatan dan stabilitas kaki-kaki, maka fokus Arki mengganti semua undercarriage parts standarnya di eksekusi dengan parts pilihan. “Opsi aftermarket parts untuk mobil ini tergolong banyak yang bisa dipilih. Bobotnya pun tergolong ringan untuk dipakai balap ISSOM. Contohnya suspensi pakai D2 coilover tipe circuit inverted” Pungkasnya.

BMW AHT Garage Otoschnell

Tak hanya sektor kaki-kaki, sasis mobil ini pun wajib mengalami reinforcement sehingga mengurangi gejala body roll dan lebih stiff saat digunakan menikung. Sedangkan untuk membantu rigiditas mobil sekaligus keselamatan pembalap, roll cage berskema 8 titik pun diaplikasikan, FYI, untuk balap resmi ini wajib menggunakan standar Internasional atau yang dikenal FIA Approved.

BMW AHT Garage Otoschnell

Seperti mobil balap pada umumnya, pengurangan bobot dibantu dengan mencopot semua panel mobil yang tidak diperlukan seperti jok, panel tengah, door trim, dan lainnya. Meski urusan dapur pacu lebih bersifat classified, namun Arki berbaik hati menjelaskan bahwa mobil ini sudah mengalami swap engine dengan mesin M44 dengan konfigurasi 4 silinder atau mesin BMW Z3.

BMW AHT Garage Otoschnell

Kemungkinan besar keuntungan yang didapat dengan mesin tersebut adalah bobot yang lebih ringan, kapasitas mesin 1.900cc dinaikan menjadi 2.000cc dengan stroker kit. “Ada beberapa peraturan di kategori ini yang tidak memperbolehkan modifikasi di sektor mesin tertentu, tapi mobil ini sendiri pakai individual throttle body yang kita buat sendiri, cylinder headnya itu kita kirim ke luar negeri untuk di modifikasi. Untuk akomodir mesin, ECU pakai dari Haltech tipe Sprint 500” Beber Pria yang suka off-road ini.

BMW AHT Garage Otoschnell

 

Gelaran ISSOM tak lama lagi kembali dimulai setelah istirahat di bulan Ramadhan. Tentunya hal ini membuat tim AHT beserta sang pembalap sekaligus salah satu owner AHT Garage yaitu Regi Fiandisa terus melakukan perbaikan dalam hal performa mobil dan pembalapnya sendiri. “kebetulan habis engine refreshment dan mengganti beberapa parts yang rusak kayak piston, sekarang sedang proses pengiriman” Good luck on the track, fellas!

BMW AHT Garage Otoschnell

Spesifikasi:

 

Kaki-kaki:

Suspensi D2 Coilover Circuit Inverted

Velg Rota 17” 9 + 9,5

 

Interior:

Weight reduction

FIA Approved roll cage

Fire Extinguisher

Auto Meter gauges

Sparco bucket seat

Sparco steering wheel

Quickshifter custom

 

Mesin:

Swap Engine BMW M44

Cylinder head custom work

Haltech Sprint 500 ECU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *