Thursday , December 13 2018

Buat Mobilmu Mumpuni Hadapi Musim Hujan!

Musim hujan masih melanda di berbagai wilayah di Indonesia, bagaimana dengan fitur standar mobil yang vital untuk membantu visibilitas dan keselamatan? Sudahkah kita melakukan pengecekan secara keseluruhan? Nah, kali ini Otoschnell akan berbagi tips cara mendeteksi permasalahan yang kerap mengganggu kenyamanan mengemudi saat hujan serta solusi untuk mengatasinya.

musim hujan

Kaca Mobil

Menurut penuturan Surya Halim Nugroho pemilik car detailing Otospa di bilangan Cimone, Tangerang bagian kaca mobil sering ditumbuhi kerak hingga jamur atau dikenal dengan istilah water marks dan water spot. Jika keadaan ini dibiarkan berangsur-angsur, bukan hanya karet wiper yang menjadi korbannya, namun visibilitas pengemudi juga dapat terganggu.

Solusi:

Bersihkan jamur dengan produk cairan pembersih yang tidak mengandung zat HCL (Hydrochlorid Acid), “Pemakaian pembersih kaca dengan zat HCL dengan frekuensi yang sering akan merusak coating/ lapisan kaca. Gunakan produk yang terpercaya seperti Meguiar’s atau Glass Science yang tidak mengandung zat HCL” tutur pria 45 tahun tersebut.

lampu

Lampu

Tidak hanya mobil era 90-an, menurut David Lesmana dari bengkel Dunia Usaha Motor, Tangerang Selatan mobil modern seperti Toyota Fortuner pun belum dibekali dengan penerangan yang cukup memadai oleh pabrikan karena penggunaan bohlam yang tidak berimbang dengan fitur projector lens.

Solusi:

David berkata seharusnya mobil dengan fitur projector lens seperti Fortuner dibekali dengan bohlam H.I.D H11 untuk penerangan yang lebih optimal. “Untuk mobil lama yang penerangannya kurang, bisa mengganti bohlam dengan watt yang lebih besar dari standar pabrik yang dikombinasikan dengan relay set” ucap pria ramah tersebut.

wiper

Karet Wiper

Meski hanya sebuah karet, namun bagian ini tidak kalah penting dengan yang lain. Masalah yang sering timbul adalah getas karena perubahan cuaca yang menyebabkan kinerja wiper kurang optimal menyapu air di kaca.

Solusi:

Ganti karet wiper dengan ukuran sesuai wiper, “jika tidak ada original parts, dapat diganti dengan merk yang kualitasnya terpercaya seperti Bosch atau Denso” terang David.

washer

 

Washer

Jika Washer yang memiliki tugas menyemprotkan air ke kaca untuk membantu proses penyapuan wiper tidak berfungsi, maka dapat menyebabkan baret karena pasir halus yang berasal dari debu & kotoran.

Solusi:

Biasanya penyebab utama adalah nozzle mampet oleh kotoran yang berasal dari tabung air wiper atau pompa washer mati. Jika mampet, tusuk lubang washer dengan jarum hingga dapat beroperasi dengan normal kembali.

defogger

Defogger

Fitur standar mobil yang satu ini berguna membantu visibilitas dengan cara menghilangkan embun yang menempel di kaca akibat kondensasi. Biasanya fitur ini jarang rusak kecuali penggantian kaca film yang kurang tepat.

Solusi:

Tes dengan alat multi-tester 12 volt dengan kabel positif (+) dihubungkan pada soket defogger dan kabel negatif (-) yang dihubungkan pada ground/ tiap feed line defogger. “Jika defogger tidak berfungsi, banyak spesialis kaca mobil yang menyediakan jasa reparasi fitur tersebut” ujar David Lesmana.

ban-2

Ban

Banyak yang menilai bahwa tekanan angin yang tepat adalah faktor utama keamanan serta keamanan berkendara. Memang benar, namun ada faktor lain seperti penggunaan motif/ kembang yang tepat pada tapak ban.

Menurut David Lesmana, meski tekanan angin yang tepat adalah faktor utama keamanan serta keamanan berkendara, namun ada faktor lain seperti penggunaan pattern atau kembang yang tepat pada tapak ban termasuk untuk digunakan saat musim hujan tiba.

Solusi:

Ada 3 jenis kembang/ motif yang diproduksi oleh produsen ban. Non-directional yang masuk dalam kategori universal, uni-directional dengan penyesuaian sisi luar dan dalam ban tiap melepasnya dari pelek, dan directional yang hanya dapat dipasang sesuai petunjuk/ info pada unit ban tersebut. “Tipe directional umumnya paling banyak dipilih karena pattern-nya mampu membuang air lebih cepat ketimbang 2 tipe lainnya” jelas David.

Gunakan ban dengan tipe directional, alasannya adalah karena tipe ban tersebut memiliki pattern atau kembang yang superior dalam mengatasi hydroplaning dengan cara membuang air lebih cepat dan optimal ketimbang tipe non-directional. Tipe directional memiliki tanda ‘rotation’ di dinding ban yang berarti hanya dapat dipasang satu arah sedangkan non-directional tidak memiliki tanda tersebut dan dapat dipasang secara acak pada keempat bagian roda.

karet kaliper rem

Karet Kaliper Rem

Tidak banyak yang menyadari bahwa pada mobil yang menggunakan disc brake, parts ini cukup vital. Karena jika sudah robek, air dari luar dapat masuk dengan mudah dan menimbulkan karat di piston kaliper sehingga membuatnya macet.

Solusi:

Mengganti karet kaliper dengan produk orisinil, seperti Toyota Fortuner yang dibanderol Rp.570 Ribu sepasang dan Toyota Avanza yang dibanderol Rp.1 Juta sepasang, “Khusus untuk Avanza jika dirasa terlalu mahal, ada substitusi dari merk Triple Five/ 555 seharga Rp.150 – Rp.175 Ribu yang juga berkualitas dan buatan Jepang” ujar David Lesmana.

Check Also

Java Scooter Rendezvous 2017 – Bogor Lautan Skuter se-Indonesia

Acara Java Scooter Rendezvous (JSR) 2017 berhasil mengubah area Citra Indah, Bogor, Jawa Barat menjadi …

Penuhi Janji, BMW serahkan 100,000 kendaraan listrik pada konsumen di 2017

Penuhi janjinya di awal 2017, BMW Group telah serahkan lebih dari 100,000 kendaraan listrik kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *