Thursday , December 13 2018

Carbon Fiber Manual & Dry Carbon: Serupa Tapi Tak Sama

Tingginya minat konsumen di dunia modifikasi melambungkan produk carbon fiber untuk diaplikasikan di kendaraan mereka. Dari keperluan kontes hingga urusan arena balap, carbon fiber menjadi alternatif favorit untuk mendongkrak estetika sekaligus membantu meringankan bobot kendaraan. Namun tahukah Anda proses produksi carbon fiber sendiri terbagi dari 2 jenis yakni manual dan dry carbon?

foto carbon fiber

Irfani dan Hari dari workshop CB-Tech Kudus, Jawa Tengah menjabarkan bahwa proses produksi dry carbon adalah pencetakan serta pengeringan serat carbon fiber menggunakan sistem infus dan vacuum. Tujuannya agar komposisi antara campuran material resin dan serat carbon seimbang serta saat proses pengeringan sisa resin yang berlebih bisa di sedot melalui vacuum dapat menghasilkan bidang yang lentur/ fleksibel sekaligus ringan.

foto carbon fiber

foto carbon fiber

“untuk proses produksi, kita juga berikan coating dengan bahan kualitas tinggi ditambah anti UV agar kualitas carbon fiber tetap terjaga” ujar pria ramah ini. Untuk carbon fiber dengan proses manual, Irfani menjelaskan bahwa kualitasnya berbeda karena hasilnya cenderung kaku/ tidak fleksibel akibat penggunaan resin yang terlalu tebal atau bahkan rapuh karena kekurangan resin. “soal takaran dan komposisi memang proses dry carbon jauh lebih presisi serta efisien, namun hati-hati karena seller pun banyak yang mengaku menggunakan proses dry carbon padahal dibuat secara manual” tegas pria yang juga merupakan supplier parts Honda Civic Estilo & Genio.

foto carbon fiber

Ferry Khoe dari Clovertech Garage Indonesia pun memberikan opininya bahwa dry carbon dengan carbon fiber manual memiliki perbandingan 1:3 dari segi kualitas. “dry carbon jelas lebih kuat & ringan dibanding proses dengan carbon fiber manual. Dari segi harga sendiri, memang dry carbon bisa 2x lipat lebih mahal ketika berbicara produk aftermarket dibanding dengan proses manual” jelas Ferry Khoe yang mengaplikasikan produk tersebut di hampir semua mobil air-cooled Volkswagen customerya dan mobilnya sendiri. “untuk kap mesin bolt-on yang kita pakai di Scirocco & Golf, yang dibuat dengan carbon fiber manual seharga Rp.9,5 juta dan untuk yang dry carbon seharga Rp.18,5 juta” tutupnya. Jadi, pilih estetika atau sekaligus kualitas?

img_6681

Check Also

Java Scooter Rendezvous 2017 – Bogor Lautan Skuter se-Indonesia

Acara Java Scooter Rendezvous (JSR) 2017 berhasil mengubah area Citra Indah, Bogor, Jawa Barat menjadi …

Penuhi Janji, BMW serahkan 100,000 kendaraan listrik pada konsumen di 2017

Penuhi janjinya di awal 2017, BMW Group telah serahkan lebih dari 100,000 kendaraan listrik kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *