Saturday , November 25 2017

History of Ferrari F40 LM Barchetta

Anda mungkin mengetahui bahwa supercar Ferrari F40 – yang dibuat mulai tahun 1987 hingga 1992, adalah model terakhir yang disetujui oleh Enzo Ferrari sendiri sebelum kepergiannya di tahun 1988.

Ferrari-F40-1987-1992-Photo-03

Ferrari F40

Sebagai penerus dari Ferrari 280 GTO, Ferrari F40 yang dibuat untuk merayakan ulang tahun Ferrari ke 40, memiliki tenaga sebesar 471 hp yang berasal dari mesin V8 berkapasitas 2.9 liter twin-turbo, menjadikannya sebagai model Ferrari yang tercepat, paling bertenaga dan paling mahal yang dijual ke pasaran pada saat itu. Dengan segala keistimewaan tersebut, tidak mengherankan bila Ferrari F40 menjadi salah satu model yang paling iconic dalam sejarah Ferrari.

5815241455_cf35bc6f44_b

Namun pernahkah Anda mendengar tentang Ferrari F40 LM Barchetta? Ferrari ini merupakan race car dengan basis F40 yang dikembangkan oleh seorang milyader asal Belgia, Jean Blaton. Kehadiran supercar ini dihujat oleh sebagian Ferrari purist. Sebab memang hampir seluruh bagian eksterior telah terkena sentuhan modifikasi yang ekstrim. Utamanya adalah bagian atap yang telah dihilangkan, dengan hampir seluruh komponennya dibuat secara custom.

Apakah F40 LM Barchetta tetap layak disebut sebagai Ferrari? Berikut ini kami akan mencoba menjelaskan mengenai sejarah kelahiran Ferrari F40 LM Barchetta.

1989-ferrari-f40-lm

Ferrari F40 LM

Saat Ferrari F40 menjadi model yang sukses dipasaran, pihak Ferrari memutuskan merancang Ferrari F40 LM, sebuah versi F40 yang dibuat untuk keperluan balap. Ferrari kemudian meminta bantuan dari Michelotto, seorang race car builder dari Padova – Italia untuk membuat F40 LM.

P1030798

Pengembangan terhadap F40 LM mencakup sasis yang diperkuat, desain air dam yang diperbesar untuk pasokan udara yang lebih optimal, suspensi yang lebih keras, sistem rem yang ditingkatkan kemampuannya, velg O.Z 17” dengan ban dengan tapak yang lebih lebar dan memiliki mesin yang telah di modifikasi dengan dua turbo IHI dengan boost yang ditingkatkan hingga 2.6 bar bersama intercooler Behr yang lebih besar, camshaft yang direvisi dan Weber-Marelli engine management system yang mengontrol dua injektor per silinder.

Semua pengembangan itu membuat tenaga F40 LM melonjak hingga 760 hp dan mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/h dalam 3.1 detik dengan top speed 368 km/h. Ferrari F40 LM melakukan debut-nya di ajang International Motor Sports Association (IMSA) GT Series pada tahun 1989.

Kabarnya hanya ada 17 Ferrari F40 LM asli yang pernah dibuat. Karena setelah itu F40 LM mengalami sejumlah evolusi dengan dibuatnya versi F40 GT, F40 GTE dan yang terakhir F40 Competizione, mengikuti regulasi sejumlah seri kejuaraan balap dunia agar tetap kompetitif.

F40IMSA94A32

Salah satu Ferrari F40 LM, nomor seri 79890, dibangun dan dijual pada tahun 1989 untuk Jean Sage dari Ferrari Perancis. Pada tahun yang sama pembalap F1 terkenal, Jean Alesi  membalap dengan F40 LM ini pada balap IMSA GT di Laguna Seca dan finis ke 3. Pada tahun 1990 Jean Pierre Jabouille, mengikuti IMSA GT Road America dan finis ke 2. Secara keseluruhan, F40 LM ini cukup sukses dalam dunia balap dan akhirnya pada tahun 1993 dibeli oleh miliader Belgia yang juga kolektor mobil dan pembalap Le Mans, Jean Blaton.

18rf0to5abry7jpg

F40IMSA94A37

Jean Blaton tampaknya tidak begitu menyukai bila F40 LM-nya terlihat sama dengan yang lain, maka Ia meminta bantuan Tony Gillet, seorang pembalap dan modifikator untuk memotong atap F40 LM miliknya sehingga menjadi roadster dan melakukan beberapa rubahan lain seperti pada suspensi, yang awalnya double wishbone menjadi push-rod dengan coilover, seperti yang diaplikasikan pada mobil balap modern seperti Ferrari FXX. Kabarnya, Michelotto yang merancang F40 LM ikut mengawasi proyek ini.

18rf0vp5eey6sjpg

Dengan atap dihilangkan, rangkaian roll bar dari besi baja tubular terlihat disekeliling ruang kabin untuk menjaga sasis tetap kaku. Kaca depan diganti dengan bahan lexan polycarbonate. Sejumlah bodyparts juga dicetak ulang dengan bahan fiberglass, setelah sebelumnya dirancang menggunakan tanah liat. Rear fascia dibuat ulang sehingga menjadi one-piece yang lebih praktis saat dibuka/tutup dengan jalur pembuangan knalpot yang dirancang keluar persis di depan roda belakang. Berkat sejumlah modifikasi tersebut, Ferrari F40 LM milik Jean Blaton ini mampu meraih top speed 371 km/h.

DLEDMV-Ferrari-F40-LM-Barchetta-02

Ferrari F40 LM Barchetta

Ferrari F40 LM hasil modifikasi ini tidak memiliki nama resmi. Namun sejumlah orang menyebutnya sebagai Ferrari F40 LM Barchetta atau F40 Beurlys (nama alias Jean Blaton adalah Jean Beurlys).

18rf0v5eyk9ymjpg

Pada 13 Februari 2005, F40 LM Barchetta dilelang di Perancis bersama 41 koleksi mobilnya yang lain. Dan diharapkan akan terjual pada harga 3 miliar rupiah. Namun hal tersebut tidak terjadi. F40 Beurlys tidak terjual karena surat-surat yang berkaitan dengan sejarah mobil ini telah hilang dan mobil ini dianggap bukan lagi sebuah Ferrari F40 yang otentik. Pihak Ferrari juga tidak mengakui segala modifikasi yang dilakukan dan meminta seluruh logo Ferrari dan emblem F40 di sayap belakang dilepas.

Tidak diketahui dengan pasti siapa pemilik F40 LM Barchetta sekarang ini. Namun sebuah cuplikan video di tahun 2015 memperlihatkan supercar ini masih dalam kondisi yang baik.

 

Jadi bagaimana menurut Anda? Apakah F40 LM buatan Jean Blaton ini masih layak disebut sebagai Ferrari? (gtspirit)

Check Also

Ferrari_Classiche_Officina_Otoschnell

Ferrari Jakarta Dinominaskan Sebagai FERRARI CLASSICHE ‘OFFICINA’

48 dealer Ferrari resmi di 20 pasar dunia telah dinominasikan sebagai “Ferrari Classiche Authorised Workshops” – atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *