Monday , December 10 2018

Mitsubishi Lancer GLXi 2001 Convert to Evolution IV – Calm & Lethal at Once

Di dunia modifikasi, tidak sedikit yang salah kaprah mengubah kendaraan jadi relatif lebih buruk dari kondisi standar-nya atau yang populer dengan istilah ‘ricer’. Na’asnya lagi, berkat oknum tertentu, beberapa varian mobil malah dapat stigma itu karena seringkali jadi obyek modifikasi asal-asalan contohnya generasi Mitsubishi Lancer.

img_0043

Namun pria bernama Nicky Livanda seakan menepis jauh-jauh predikat itu menempel di mobil kesayangannya dengan modifikasi yang proper. Pria yang hobi nge-games ini bahkan bikin basis GLXi lansiran 2001 jadi satu sosok mesin pembantai di kelas 11 detik kompetisi drag race 402 meter namun dengan tampilan yang relatif jinak untuk sebuah mobil yang rajin bertanding di kelas bergengsi pada ajang tersebut.

img_0040

Jika OS-ers melihat GLXi yang dilabur warna kuning ini, maka kita sepakat bahwa konsep dasar secara visual pada eksterior dan kabin mengacu kepada Mitsubishi Evolution IV GSR dengan seluruh detail seperti wiper pada kaca belakang, panel bodi, panel digital pada sistem pendingin, jok, dan aksesoris OEM lain yang langsung dikanibal dari saudara JDM (Japanese Domestic Market)-nya. Namun jangan terkecoh dengan penampilannya yang rapih, karena seperti judul diatas, mobil ini terlihat jinak namun mematikan!

img_0029

“Ini mobil dapetnya justru setelah saya beli barang-barangnya. Dan rata-hasil kanibal dari beberapa macem generasi Evo, kayak interior yang ambil dari Evo V, Long Block dari Evo VII, dan sektor undercarriage kombinasi dari Evo IV & Evo IX” Jelas Nicky, sapaan akrabnya.

img_0045

Lulusan Desain Komunikasi Visual ini mengidamkan mesin ber-induksi turbocharger sejak lama, itulah yang menjadi alasannya ingin memiliki mesin 4G63T yang terkenal buas di lintasan drag race, namun juga bisa dipakai harian. “dulu sempat turbo-in Honda Jazz tapi enggak lama dijual. Pengen yang lebih bertenaga, dari 2 pilihan antara Estilo atau Evo akhirnya nemu barang-barang Evo duluan ya dijadiin deh” kenang penikmat sate ayam yang modifikasi mesinnya ditangani oleh workshop E-WORX di bilangan Palmerah, Jakbar ini.

img_8952

Pemukim kawasan Gading Serpong, Tangsel ini tidak ingin tanggung-tanggung untuk modifikasi di sektor performa mesin, buktinya aspek dari peripheral parts hingga internal-nya diperkuat memakai produk seperti AMS Performance di bagian intake, GSC untuk menggusur camshafts standarnya dengan ukuran derajat 272, hingga turbo HKS GT2 7640-KAI yang diklaim lebih responsif dalam soal akselerasi. Setup bahan bakar, udara, dan kinerja mesin jadi perhitungan utamanya “ inducer & exducer turbo ini lebih gede sedikit dari TD05 punya 4G63T, tapi untuk respons ke mesin jauh lebih signifikan dan cocok buat mesin yang udah stroker jadi 2.200cc kayak mobil ini” tutur pria berusia 33 tahun ini.

img_0032

img_0037

img_0035

img_0033

img_8951

Agar E.C.U bisa membaca dan menerima boost pressure yang lebih besar, produk AEM map sensor bertekanan 5 Bar dipasang, diatur dengan suplai bahan bakar yang sengaja dibikin deras untuk akomodir kebutuhan mesin berperforma tinggi dari Fuel Injector Clinic dengan kapasitas injektor 1.100cc dan diatur oleh Aeromotive fuel pressure regulator untuk adjust tekanannya.

img_0031

Hasilnya? Tenaga 444 AWHP bukan sekedar angka diatas kertas dyno sheet, Nicky beserta adiknya Ton-Ton yang hobi fotografi ini sanggup geber masuk ke kelas FFA yakni di angka 11,5 detik. Kedepannya, Nicky berencana ganti kaki-kaki Evo RS dan turbocharger agar lebih bisa di’abuse’ untuk balapan. Hope brings you good luck on the track, guys!

img_0028

img_0075

Spesifikasi:

Mesin :

Stroker  2.2L, Manley Turbo Tuff billet Crankshaft, CP Piston short skirt, Carillo pro H-Beam, Fluidampr Crank Pulley, GSC race Balance Shaft, GSC R2 camshaft, GSC  zero tick lifter, Skunk2 Pro titanium Camgear, Gates timing belt, PnP Head & CnC 3 angle – oversize 1mm, Ferrea titanium retainer, Ferrea spring seats, Ferrea valve lock, Ferrea valve seals, Ferrea valve n valve spring, ACL race bearings, ARP Mainstud & Headstud,  AMS F1 Intake Manifold, Boomba Throttle Body, Tial Blow Off Valve, Blitz Stainless Air Filter, HKS GT2 7640-KAI Turbo, Treadstone Intercooler, E-Worx 3” Custom Intercooler pipe, E-Worx 3″ Custom Exhaust, jdm 3” muffler, Aeromotive Fuelpress, Aeromotive fuelpump, FIC Fuel rail, FIC 1100 Injector, Monstersport Low temp thermostat, AEM Infinity ECU & Harness, AEM 5bar map sensor, AEM fuel press sensor, AEM 02 sensor + Harness, AEM IAT sensor & Map Selector, Evolution IV GSR Drivetrain , Ogura Twin Metal Clutch, Quaife rear ATB diff.

Kaki-kaki :

HKS Hipermax III Sports, velg Advan RG 17″ x 7,5″, Toyo Proxes T1R 225/45/17, Evolution IV GSR brake system, Endless Brake pad MX72, Endless Brake Shoe, Goodridge Brake Line, Dixcell Slotted rotor Front & Rear.

Eksterior : OEM Evolution IV bodypart, Rear glass wiper.

Interior : OEM Evolution V Dashboard set & console, OEM Recaro Evolution V Front & Rear seats, Ralliart Speedo, Razo Pedal, Nardi Torino Deepcorn.

Tuned by : E-WORX

Paint by : Perfect Auto Body

Check Also

Java Scooter Rendezvous 2017 – Bogor Lautan Skuter se-Indonesia

Acara Java Scooter Rendezvous (JSR) 2017 berhasil mengubah area Citra Indah, Bogor, Jawa Barat menjadi …

Penuhi Janji, BMW serahkan 100,000 kendaraan listrik pada konsumen di 2017

Penuhi janjinya di awal 2017, BMW Group telah serahkan lebih dari 100,000 kendaraan listrik kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *