Thursday , October 19 2017

Ragam Accu Kendaraan Sesuai Peruntukan Masing-masing

Seiring berkembangnya industri otomotif, teknologi yang dibawanya pun mulai beragam. Contohnya saja Accu yang dahulu hanya berfungsi sebagai penyuplai kelistrikan, namun sekarang memiliki kegunaan yang bervariatif. Nah, lengkapnya simak artikel tentang jenis-jenis Accu yang beredar di pasaran.

Accu untuk Mesin Idling Stop Technology (i-stop)

accu Otoschnell

Dilihat sekilas dari dimensi dan bentuknya, Accu jenis ini tak ubahnya seperti mayoritas Accu lain yang beredar di pasaran. Namun menurut Budi, Kepala bagian perawatan Daihatsu Serpong, Accu jenis hybrid ini sengaja didesain dengan fitur khusus untuk mobil-mobil yang mesinnya menggunakan sistem Idling Stop Technology seperti Daihatsu Copen 2015.

accu Otoschnell

Abdul Rohmat selaku Chief Mechanic dari Mazda Serpong pun menjabarkan tentang kinerjanya yang memanfaatkan sebuah kapasitor untuk menyimpan tenaga Accu. “Ketika Accu sedang dalam fase pengisian, listrik juga dialirkan ke sebuah kapasitor. Jadi ketika mesin mobil dalam posisi tidak aktif di jalan raya namun fitur a/c dan radio tetap beroperasi, kapasitor tersebut yang bertugas mengakomodir aliran listrik hingga mesin beroperasi kembali” jelasnya.

Pria yang sudah bekerja bersama Mazda selama 2 tahun ini menjelaskan bahwa jika elektron didalam Accu berjenis Stop & Go ini berkurang sedikit saja, maka sensor bernama current sensor akan segera mendeteksi adanya kekurangan voltase yang berakibat fitur i-stop tidak dapat berfungsi. “untuk perawatan Accu, kami menggunakan alat pengisian khusus. Mazda Motor Indonesia mengklaim bahwa dengan perawatan rutin, Accu Stop & Go ini dapat bertahan kurang lebih 1 tahun” tukasnya.

accu Otoschnell

Untuk sistem pemesanan, pihak Mazda Serpong mengaku bahwa Accu Jenis berkode 80D23L ini membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dengan harga berkisar di angka Rp. 1,8 juta. Pihaknya juga biasanya memberikan rekomendasi dengan Accu merk Varta yang lebih mudah didapatkan terkait ketersediaan barang.

Accu Untuk Mesin Balap

accu Otoschnell

Seperti peruntukannya, dapat dibayangkan Accu yang didesain khusus untuk mesin kompetisi harus dibuat se-ergonomis mungkin. Melihat dimensinya yang lebih kecil dan tipis dari Accu standard, Accu untuk mesin mobil balap memang sengaja dibuat dengan bobot lebih ringan. Seperti yang diutarakan oleh Eric Kristianto dari Boost Factory di bilangan Sunter, Jakarta Utara, bahwa selain karena faktor bobot, Accu balap sengaja dibuat dengan dimensi tipis dan kecil agar dapat diposisikan di area yang aman pada mobil mengingat rasio kecelakaan di dunia balap yang lebih besar ketimbang mengemudi sehari-hari.

accu Otoschnell

“voltase semua hampir sama bahkan lebih stabil dari Accu standard, dan Accu untuk balap biasanya punya durabilitas lebih tinggi. Contohnya ketika Accu standard bisa 1-2x charge, Accu balap bisa lebih lama lagi asal nggak salah pemakaian” ujar Eric. Dirinya menambahkan bahwa beberapa Accu untuk mesin balap bahkan memiliki dimensi seukuran Accu untuk mesin roda 2. Harganya pun bervariatif berkisar antara Rp.3-8 juta dengan merk seperti Odyssey, Panasonic dan Super B.

Accu Untuk Sistem Audio (I.C.E/ In Car Entertainment)

accu Otoschnell

Untuk yang satu ini, Accu mobil pastinya memiliki peran yang sangat vital. Bagaimana tidak, sumber kelistrikan yang digunakan untuk mengaktifkan semua perangkat audio berasal dari Accu. Maka untuk mendapatkan kualitas audio yang baik, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan seperti besarnya ampere pada Accu hingga yang mendetail seperti dimensi kabel positif (+) dan negatif (-) pada Accu yang sama besar. Terlebih lagi pada audio bertema SPL, menurut Doni sebagai audio installer, Accu yang cocok untuk perangkat audio adalah Accu yang dapat menyuplai kebutuhan listrik secara konstan & stabil. “saat dentuman subwoofer terjadi secara kencang, ada kondisi kemampuan Accu mengeluarkan daya nya sesaat yang dinamakan CCA (Cold Cranking Amp) sehingga suplai listrik menjadi nge-drop karena hal tersebut menyedot Ampere dalam jumlah relatif besar” jelasnya.

Mirin dari Pelangi Audio, menjelaskan bahwa faktor utama dari sebuah Accu dengan kualitas baik untuk audio adalah pengisian yang lancar dan cepat/ fast charging serta ampere dan voltase yang besar. Tidak hanya itu, pria yang membuka tokonya di daerah Puri Agung Cengkareng, Jakarta Barat ini juga mewajibkan menggunakan alternator dengan daya besar agar seimbang dengan kinerja Accu. “kalau dalam kasus tertentu seperti modifikasi audio ekstrim untuk kontes SPL, biasanya saya gabungkan 5 buah Accu 70-80 Ampere dan mengoptimalkan voltase yang awalnya 14,3 – 14,5 volt menjadi 15 volt, lebih dari itu perangkat audionya yang sudah pasti rusak” jelas pria subur ini.

Check Also

BMW-Diplomatic-Service-Otoschnell-(1)

BMW Group Indonesia Resmi Luncurkan Layanan Diplomatic Services

BMW Group Indonesia sekali lagi menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan pelanggan yang eksklusif dan tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *