Tuesday , October 24 2017

Tips dan Trik Merawat Accu Kendaraan Dengan Baik dan Benar

accu Otoschnell

masih banyak orang yang menganggap alat ini kurang begitu penting dan bahkan ada yang tidak pernah mengeceknya sama sekali. Padahal Aki harus selalu dilakukan perawatan khusus supaya tetap awet serta berumur panjang. Nah… setelah kemarin pembaca sudah melihat artikel tentang ragam accu, sekarang ada tips untuk merawatnya. Menurut Asen dari bengkel khusus Accu, Elektro Jaya di bilangan Depok, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dengan cermat dalam perawatan Accu.

“Ciri-ciri aki sudah mulai bermasalah adalah cahaya dari lampu depan yang dihasilkan tidak terang sama sekali, lalu terkadang saat melakukan starter tidak mau mengangkat dan bahkan sering gagal. Jika sudah terlambat seperti itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah menggantinya dengan baru dan harganya pun relatif mahal. Ada banyak faktor kenapa aki bisa cepat tekor yaitu mulai dari jarang dilakukan perawatan hingga penggunaan yang salah.” Jelasnya.

Pertama, periksa terlebih dulu beberapa komponen yang ada di kendaraan anda yang mengandalkan tenaga Accu. misalnya saja bagian lampu, starter kontak, AC dan power window pada mobil. Jika setelah anda periksa tidak mengalami masalah itu berarti aki dalam kondisi normal, namun apabila ada yang tidak beres maka dapat dipastikan kelistrikan pada aki tidak bekerja pada semestinya.

accu Otoschnell

Berikutnya cek pada bagian kepala aki karena biasanya di tempat tersebut terdapat kotoran atau korosi sehingga menghambat listrik untuk menghantar ke berbagai komponen. Biasanya kepala aki tersebut bisa berkarat karena terkena air. “Untuk membersihkannya, cukup menyediakan air panas dan juga sikat gigi. basahi kepala aki menggunakan air panas tersebut lalu gosok memakai sikat gigi dengan perlahan dan pastikan semua kotoran bisa hilang. Jika sudah benar-benar bersih keringkan terlebih dulu agar sisa air yang menempel tidak menyebabkan korsleting.” Terang pria paruh baya ini.

terdapat dua jenis aki yaitu basah dan kering yang tentu saja secara perawatan berbeda. Menurut pria yang berdomisili di Depok ini, Aki kering tidak terlalu mendapatkan perawatan khusus namun lain halnya bagi aki basah harus selalu dicek kondisi airnya apakah berada di garis yang tepat atau tidak, jika berkurang segera isi dengan air aki hingga mencapai batas maksimal/ Max yang tertera.

“jangan asal melakukan modifikasi yang memerlukan daya aki besar tanpa diimbangi ukuran aki yang sepadan. Sudah pasti aki kendaraan cepat tekor dan bahkan sudah tidak bisa bekerja secara optimal meskipun dilakukan pengecesan sekalipun. jika memang benar-benar ingin melakukan modifikasi lebih baik konsultasi kepada ahlinya terlebih dulu” tutup pria bernama lengkap Jansen Liem ini.

Jumper Accu, Jangan Sembarangan!

accu Otoschnell

Mungkin tidak sedikit dari kendaraan kita yang mengalami Accu lemah dan langsung melakukan jumper atau meminjam listrik dari Accu lain yang masih bagus. Namun sedikit orang yang mewaspadai bahwa melakukan jumper dengan cara yang salah dapat mengakibatkan hal yang berbahaya.

Skema berbahaya yang dimaksud adalah menggabungkan kepala Accu (-) negatif & (+) positif pada Accu yang masih bagus menggunakan kabel jumper menuju kutub negatif (-) & positif (+) pada Accu yang soak/ lemah. “Cara ini memang yang banyak diketahui oleh orang-orang, namun ironisnya, cara ini juga berbahaya karena sebetulnya Accu soak cenderung melepaskan gas hidrogen yang menjadi pemicu utama Accu meledak” ujar Asen, pemilik bengkel Elektro Jaya.

Menurutnya, cara yang benar adalah menyambungkan kabel positif (+) kepala Accu yang bagus pada kutub positif (+) kepala Accu yang sudah soak/lemah dan kabel negatif (-) kepala Accu yang masih bagus pada bodi mobil yang memiliki Accu lemah tersebut. penempatannya hampir mirip, hanya saja tujuan menempelkan kabel negatif (-) pada bagian bodi mobil adalah untuk menghindari ledakan yang dimaksud. “prinsipnya sama, karena bodi mobil sama dengan massa/ kutub negatif. Cara ini dianjurkan karena bodi mobil terletak agak jauh dari perangkat Accu sendiri” ujarnya.

Ia pun menyarankan agar mematikan fitur mobil yang membebani proses ini seperti lampu, A/c, & radio serta memastikan agar posisi tuas transmisi dalam keadaan netral untuk jenis manual dan P/park untuk kendaraan berjenis otomatis. Sebelum melakukan proses jumper, nyalakan mobil dengan Accu yang masih bagus selama 30 detik hingga 1 menit agar dapat melakukan pengisian dengan baik untuk kemudian membantu proses jumper terhadap Accu yang soak/lemah. “setelah mobil yang Accu-nya soak dapat menyala, lepas pelan-pelan kabel jumper agar tidak bersentuhan dengan part bergerak dari mobil seperti kipas atau timing belt” tutup pria yang sudah menjalankan bisnisnya selama 10 tahun ini.

Fast Charging Accu

accu Otoschnell

Dahulu pengisian Accu/ recharge Accu dapat memakan waktu sekitar 3-5 jam lamanya. Namun teknologi charger yang semakin berkembang dapat memangkas waktu proses tersebut hanya dalam 10-30 menit saja.

charger Accu dengan sistem fast charging ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang menginginkan pengisian Accu dalam waktu singkat serta memprioritaskan segi ekonomis.” Ujar Haryono, supplier charger super cepat ini yang berlokasi di lt.2 Lindeteves Trade Center Glodok, Jakarta Barat.

Fiturnya pun beragam, charger super cepat ini dapat mengakomodir kebutuhan dari 5 Ampere hingga 100 Ampere. Ia pun mengatakan bahwa alat ini sudah banyak beredar dipasaran dan Ia pun sudah sering menerima pesanan dalam bentuk grosir untuk disuplai pada bengkel-bengkel roda 2 & 4. “Alat charger ini menggunakan rangkaian elektronik tanpa menggunakan transformator dan sudah dilengkapi fitur auto off sehingga Proses Charging akan terhenti otomatis bila aki sudah penuh sehingga tidak over charge yang dapat merusak Accu” jelasnya.

Charger jenis ini juga diklaim Berbeda dengan charger biasa yang menggunakan transformator inti besi yang memiliki efisiensi daya <60% dan memiliki bobot lebih berat, charger ini dapat menghasilkan arus besar dan pemakaian daya yang rendah sehingga hemat energi dengan efisiensi daya 95% dan memiliki bobot lebih ringan. “soal harga bervariatif ya, tergantung merk biasanya dari Rp.330 ribu hingga Rp.500 ribu” tutup pria asal Jawa Timur ini.

So! buat yang mau mudik, tips diatas kayaknya wajib diaplikasikan biar tercipta mudik aman dan nyaman. have fun, guys!

Check Also

Mitsubishi Galant Twin Turbo Otoschnell (6)

Mitsubishi Galant (EA5A) – 315hp Twin Turbo Shark

Biasanya, hadiah birthday anniversary dikhususkan pada orang tersayang, tercinta dan lainnya. Contohnya orang tua, pasangan, atau sahabat. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *