Monday , December 10 2018

Toyota Starlet EP71 1987 – A Dirt Biker’s 4-Wheels

Hidup ini terlalu monoton untuk melakukan hal yang biasa. Contohnya pemilik Toyota Starlet merah marun ini yang kelihatannya memang suka hal-hal yang mengandung unsur adrenalin. Ia adalah sosok yang menggemari olahraga Xtreme Games seperti motocross. Profesinya pun tidak jauh-jauh dari hobinya, yakni bekerja di sebuah EO yang menangani gelaran MXGP atau istilahnya balap ‘Moto GP’ diatas tanah.

PIE_1712

Namun ada sisi lain dari seorang Andri Suryawan yang mengaku bahwa dirinya pun memiliki ketertarikan di dunia otomotif roda 4. “Saya menyukai mobil rally Lancia Delta S4 yang menurut saya sepintas mirip dengan starlet kotak. ketika saya duduk di bangku Sekolah Menangah, saya punya teman yang mengendarai Starlet kotak, sejak saat itu saya bermimpi suatu saat untuk memilikinya” Kenang Andri. Ya, bisa dikatakan bahwa populasi mobil bermesin brutal di era kejayaan Group B Rally pada tahun 80-an itu memang sedikit disini, namun crosser ini punya alternatif lain bersama mobil kelahiran 1987 itu.

IMG_1799

PIE_1552

Sama-sama memacu adrenalin dan berkaitan dengan performa mesin seperti hobi roda 2-nya, Andri melakukan proses engine swap pada city car mungil tersebut. Mesin standarnya dengan pengkabutan karburator dipensiunkan dan diganti dengan milik Toyota Starlet GT Turbo EP82 dengan kode mesin 4E-FTE. “Kesulitan adalah perubahan ke FMIC (Front Mount Intercooler) karena saya tidak mau merubah tampilan EP71 Indonesia ke EP71 Turbo. Jadi saya harus memindah intercooler di posisi depan dan mengorbankan bemper depan untuk di potong, sangat susah untuk menyembunyikan intercooler tanpa harus merombak” Jelas pria berusia 32 tahun yang berdomisili di Kota Malang, Jawa Timur tersebut.

DSC_8290

DSC_8303

Piping untuk turbocharger dan intercooler sengaja dikerjakan secara custom agar mendapatkan hasil yang rapih menggunakan material stainless steel 304, sedangkan part performa pendukungnya pun diaplikasikan di beberapa sektor seperti VRP fuel pressure regulator yang berguna untuk mengatur debit volume bahan bakar sesuai kebutuhan mesin yang memiliki tenaga induksi ini. Adapun radiator berbahan aluminium setebal 2ply agar proses pendinginan mesin makin optimal, sedangkan untuk membuang sisa tekanan angin dari kompresor turbo, Andri mendaulat blow-off valve dari HKS dengan tipe SSQV IV.

DSC_8279

IMG_1800

Menghentikan laju performa mesin yang terbilang besar untuk mobil semungil ini memang riskan jika mempertahankan kondisi standarnya. Karena itu, dirinya mengganti pengereman standar dengan master rem milik Starlet GT Turbo EP82 dipadu dengan brake line dari merk Heel. Sedangkan untuk meningkatkan stabilitas mobilnya, satu set suspensi coilover bertipe balap dari Buddy Club dikombinasikan dengan strut bar pada bagian depan dan belakang dari merk Tanabe Sustec. Estetika kaki-kaki juga dipercantik dengan aplikasi velg Work Equip 01 dengan spek 15 inci lebar 7 yang memiliki offset 38 ( depan ) dan 35 ( belakang).

DSC_8284

Dirinya sudah merasa cukup percaya diri untuk melaju kencang karena setup kaki-kaki yang proper, dan harapannya untuk merealisasikan rencana modifikasi selanjutnya adalah mengganti turbocharger dengan dimensi yang lebih besar agar dapat menerima boost lebih tinggi dan upgrade internal mesin agar lebih kuat menerima tenaga besar tersebut. “Gue suka sama serial Initial D, dan gaya modifikasi ini pun mayoritas mengacu pada mobil yang ada di serial tersebut.” Tutup Andri. Rage your dream for the sake of better automotive culture, sir

Spesifikasi:

Mesin :

Starlet GT 4E-FTE

Custom SS Intercooler piping by roda jaya

Autobahn intercooler

VRP Fuel press

ULTRA JAPAN Plug Wire

Almunium 2ply Radiator

TRD Radiator Cap

TRD oil Filler cap

HKS SQV IV blow off valve

   Kaki-kaki:

Tanabe Sustec Strutbar depan-belakang

Japanese Work Equip 01 15 inch 7jj +38 ( depan ) + 35 ( belakang )

Rays Dura-nuts lock

Buddy Club race spec Coilover

ep82 GT Brake master

heel brake line

   Interior :

HKS boost Meter

HKS turbo Timer

Momo Steering Wheels

Nardi Torino Steering wheel

Tomei Shift knob

Recaro LX Seat

Photo Credit/ Retouch: Andri Suryawan, Swarks/ Kipli

Check Also

Java Scooter Rendezvous 2017 – Bogor Lautan Skuter se-Indonesia

Acara Java Scooter Rendezvous (JSR) 2017 berhasil mengubah area Citra Indah, Bogor, Jawa Barat menjadi …

Penuhi Janji, BMW serahkan 100,000 kendaraan listrik pada konsumen di 2017

Penuhi janjinya di awal 2017, BMW Group telah serahkan lebih dari 100,000 kendaraan listrik kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *