Wednesday , November 22 2017

Volkswagen Golf TSI 2012 – Could Be The Last Supper

VW Golf MKVI

Familiar dengan karya abad ke-15 dari Leonardo da Vinci yang bernama ‘The Last Supper’? seni mural yang secara harfiah diartikan sebagai ‘Perjamuan Terakhir’ tersebut memang menggambarkan tentang respons dan ekspresi ke-12 individu yang terkejut, dan tak percaya akan hal tersebut, namun begitulah realitanya. Dan ketika nyatanya Volkswagen Golf TSI berwarna hitam milik Adrian ini merupakan transformasi terakhirnya sebelum berubah dalam ‘format lainnya’, mari kita ulas tentang modifikasi yang dilakukan olehnya.

VW Golf MKVI

Dimulai dari konsep modifikasi, “Konsep modif / refensi itu awalnya suka banget sama tampilan hellfalush/stance dari 2009 lalu. Namun mobil saya dulu kurang mendukung. Akhirnya Golf ini yang bisa merepresentasikan aliran modifikasi yang saya suka karena cari parts bolt on-nya juga gak susah” Kenang Adrian. “Soalnya enak banget modif begini di lihat-lihat, apalagi pas aired out bikin patah leher (Neckbreaker. Red.)!” Candanya.

VW Golf MKVI

Dahulu, pria ramah ini juga sempat modifikasi dengan velg ring 17 dan ban semi slick, alhasil Ia cenderung speeding, “maunya nge-gas terus kaki ini, jadinya udah deh ganti setup begini supaya di jalan nyetirnya lebih bersabar, hehe”. Modifikasi yang dilakukan dirinya juga didominasi oleh parts bolt-on dari berbagai aftermarket yang tersedia untuk generasi ke-6 ini, “Banyak yang provide, jadi opsi juga banyak enggak perlu custom sana sini” Curhatnya.

VW Golf MKVI

Alternatif pemanis secara estetika di eksterior, Adrian menjatuhkan pilihan dari saudara kandungnya sendiri, yakni VW Golf R mulai dari side skirt, rear bumper, spoiler & rear lamp. Namun dirinya mengaku enggan untuk aplikasi front lips agar tidak terlalu sama dengan saudara kandung mobil ini, “Pakai full bodykit R line kecuali front lips, soalnya saya gak mau buang kesan TSI-nya dan malah takutnya jadi ‘Golf R wannabe’ hehe” Imbuh Adrian.

VW Golf MKVI

Kesulitan dalam proses pengerjaan dialami Adrian saat instalasi bagian diffuser, karena posisi muffler milik Golf R adanya di tengah sehingga Ia harus menempuh jalur custom. Dan untuk front lips yang enggan memakai Golf R, dirinya punya substitusi dari produk Votex yang membuat front fascia-nya beda secara drastis. Selain itu dirinya juga melewati proses trial n error untuk mengakali agar fitment memiliki gap rapat antara bibir velg dengan fender Nice move, bro!

VW Golf MKVI

VW Golf MKVI

Opsi air suspension yang ditempuh Adrian dikarenakan kondisi jalan di Jabodetabek kurang bersahabat dengan suspensi konvensional, “dulu pernah sih pendek static. Tapi lama kelamaan capek juga mesti miring kalau ada polisi tidur” Keluhnya. Posisi aired out pun bertambah manis berkat velg HRE 499R di pilih karena dirinya senang dengan perpaduan konsep elegan dan sporty, “Simpel and enak dilihat, konstruksi 2pcs forged lah yang bikin saya suka. enak banget di banding velg lain yg pernah saya coba, enteng dan solid, tampilan stance tp juga harus bisa ngebut dong!” Bangganya.

VW Golf MKVI

Namun bukanlah manusia kalau tak punya rasa bosan. Seperti yang kami bilang di awal artikel, ini merupakan transformasi terakhirnya sebelum beranjak ke aliran lain. Konsepnya sudah jelas, terlihat dari niat Adrian memasang Milltek Turboback full exhaust system dan Speed Buster chip tuning box, maka bisa disimpulkan arah modifikasinya selanjutnya, yakni performa! Well, there’s no such thing as ‘enough’ if we’re talking about mods.

VW Golf MKVI

VW Golf MKVI

Spesifikasi

Eksterior:

– Golf R Side skirt, rear bumper, spoiler & Rear Lamp

– Votex front lip

– Custom rear diffuser

– UroTuning rear wiper delete plug

– DS HID 4500k

Mesin:

– Milltek Turboback full exhaust system

– Speed Buster chiptuning box

Kaki-kaki:

– Air suspension by Airlift

– Rims HRE 449r 2pcs forged 18×8.5+10

– Achilles 205/40/18 & 215/40/18

Check Also

PPMKI Otoschnell (3)

38 Tahun PPMKI, Mengukir Sejarah di Gedung Sate Bandung, Jabar

Sekitar 200 mobil kuno dari PPMKI buatan tahun 1950-1970an akan memadati Gedung Sate, Bandung, Jawa …

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *