Tuesday , December 18 2018

Von Dutch: The Legendary Pinstriper

Hand striping atau pinstripe, ornamen yang lazim terlihat pada tangki motor atau body mobil adalah salah satu bentuk karya seni manusia yang membutuhkan tingkat kepresisian pengerjaan yang tinggi. Sampai saat ini, pengerjaan garis yang dilakukan secara manual dengan tangan tersebut masih dianggap sebagai bagian dari simbol kualitas dan kemewahan pada sejumlah luxury car seperti Rolls Royce.

F-ORI

Kenny Howard a.k.a Von Dutch

Namun tahukah Anda bahwa pada awalnya salah satu pioneer pinstripe di pertengahan tahun ’40-an bukan lahir dari seseorang yang mengkhususkan diri mengerjakan hal tersebut, melainkan dari tangan seorang mekanik motor berumur 15 tahun bernama Kenneth Robert Howard atau yang kemudian terkenal dengan sebutan Von Dutch.

Lahir pada  7 September 1929, Von Dutch – yang memiliki julukan ‘the gunk boy’, pada saat itu bekerja di sebuah bengkel sepeda motor milik George Beerup di Southern California. Suatu ketika Ia membawa pulang sebuah sepeda motor untuk dikerjakan dirumahnya. Von Dutch kemudian mengecat dan membubuhkan striping pada motor tersebut dengan kuas ayahnya (keluarga Von Dutch memiliki pekerjaan sebagai pembuat tanda / logo, meski kadang juga melakukan pinstriping).

1961vondutch3

Tangki motor dengan ornamen cat kustom buatan Von Dutch

Ketika membawa motor itu kembali ke bengkel, Beerup tidak percaya jika Von Dutch yang mengerjakan teknik pinstripe itu. Ia pun memberikan kuas dan menyuruh Von Dutch mengerjakannya sekali lagi. Begitu Beerup melihat secara langsung, Ia segera mengalihkan Von Dutch dari tugasnya sebagai mekanik menjadi seorang tukang cat dan pinstriper. Dan dalam beberapa dekade kedepan, Von Dutch membangun reputasinya yang sebenarnya tidak Ia inginkan.

“I’m a mechanic first. If I had my way, I’d be a gunsmith, but there isn’t enough of that kind of work to make a living. I like to make things out of metal, because metal is forever. When you paint something, how long does it last? A few years, and then it’s gone.” – Von Dutch

Sampai pertengahan tahun ’50-an, Von Dutch masih belum mengerjakan pinstriping untuk mobil, tapi Ia telah mengecat dan membubuhkan striping pada ribuan motor.

Barris-kustoms-1950-ford-woody

Pengerjaan striping pada mobil berawal dari keisengannya saat Ia bekerja di bengkel milik Al Titus di Lynwood. Dan sama halnya seperti yang dikerjakan pada motor, hasil karyanya segera mendapat perhatian para car enthusiast dan berkembang secara pesat. Pelanggan dari berbagai Negara bagian di daerah East Coast datang jauh-jauh hanya untuk meminta mobilnya di bubuhkan striping oleh Von Dutch.

Barris-kustoms-1950-ford-woody3

Desain striping hasil karya Von Dutch selalu tampak imajinatif, liar dan eksentrik. Von Dutch memiliki ratusan peniru dan jika saat itu Anda menanyakan tentang pekerjaan tersebut pada seniman pinstripe lainnya, Anda tidak meminta apakah mereka tahu bagaimana caranya melakukan pinstripe, Anda akan bertanya apakah mereka tahu bagaimana melakukan cara “Von Dutch.”

marcas-von-dutch

‘Flyin Eyeball’ adalah salah satu karya Von Dutch yang terkenal. Terinspirasi dari simbol Macedonia dan Egypt pada 5000 tahun yang lalu, Von Dutch mengartikan logo ini sebagai ‘the eye in the sky knows all and sees all.’ Hal ini berkaitan dengan kepercayaan Von Dutch terhadap reinkarnasi, bahwa yang hidup di masa lalu akan melihat apa yang kamu lakukan di masa sekarang.

scan0012

Meskipun demikian, Von Dutch tidak pernah berniat mengambil keuntungan besar dari pekerjaannya melakukan pinstriping, karena uang adalah sesuatu yang dia benci. Dia tidak peduli tentang harta benda. Dengan reputasinya, Ia justru sengaja melipatgandakan tarif per jam-nya hanya untuk menyingkirkan beberapa pelanggan, karena begitu banyak orang yang datang dan Ia merasa tidak tahan lagi. Tapi langkah itu tidak berhasil. Tidak peduli berapa besar Ia mematok biaya, pelanggan tetap berdatangan dan Von Dutch masih melakukan pekerjaan yang lebih baik dari pesaing manapun.

“I make a point of staying right at the bridge of poverty. I don’t have a pair of pants without a hole in them, and the only pair of boots I own are the ones I have on. I don’t have anything else to put on my feet. I don’t spend money on unnecessary stuff, so i don’t have to have a lot of money. I don’t need it. I keep as poor as I can and just get along. I like that. I believe that’s the way it’s meant to be. There’s a struggle you have to go through, and if you make a lot of money, it doesn’t make the struggle go away. It just makes it more complicated. If you keep poor, the struggle is simple. “

“That’s why I never overcharged anybody, or made this thing commercial. You can’t do good work if you’re thinking about the money angle all the time. To me the work is important; that’s number one.” – Von Dutch

Von_Dutch

Von Dutch meninggal dunia pada 19 September 1992 akibat komplikasi penyakit yang disebabkan oleh kebiasaannya mengkonsumsi minuman beralkohol. Pada tahun 1996 kedua anak perempuannya, Lisa dan Lorna kemudian menjual paten nama ‘Von Dutch’ kepada Michael Cassel, seorang pembuat baju dan surf merchandise dan mendirikan sebuah perusahaan bernama Von Dutch Original di tahun 1999. Toko Von Dutch Original yang berada di kawasan Melrose Avenue berdiri satu tahun kemudian. (Bob Burns, The Selvedge Yard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *